Danau Disekitar Semeru yang Indah dan Masih Jarang Diketahui Oleh Orang-orang

Gunung Semeru adalah gunung berapi paling tinggi ke-3 di Indonesia sesudah Gunung Kerinci di Sumatra dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat namun ada Danau Disekitar Semeru. Kawah di pucuk Gunung Semeru dikenali bernama Jonggring Saloko.

Gunung Semeru secara administratif terhitung dalam daerah dua kabupaten, yaitu Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur. Selain itu pada gunung ini terhitung dalam teritori Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Danau Disekitar Semeru yang Indah

Gunung Semeru adalah salah satunya tujuan favorite beberapa pendaki. Kecuali dikenali selaku gunung paling tinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru dikenal juga mempunyai pemandangan alam yang demikian menarik dengan memiliki Danau Disekitar.

Baca Juga: Sisi Keindahan Curug Kota Kudus

Di seputar Gunung Semeru, kamu dapat menemui daftar idn poker asia beberapa danau atau ranu yang punyai panorama canggih. Bila punya niat mendaki gunung setinggi 3.676 mtr. di permukaan laut ini, janganlah lupa singgah ke danau yang berada disekitar Gunung Semeru sebagai berikut.

  1. Ranu Pani

Ranu Pani ada di Dusun Ranu Pani yang disebut dusun paling akhir saat sebelum Gunung Semeru. Di sini jugalah pendaki dapat memperoleh layanan guide dan porter untuk pendakian ke Gunung Semeru. Baca : Pendakian Gunung Semeru 3.676 mdpl lewat Ranu Pane.

Danau ini berada pada ketinggian 2.100 mdpl dengan luas seputar 0,75 Ha dari luas awalnya 1 Ha lebih dan berkurang sebab pergerakan sedimentasi. Bertambahnya kerusakan lingkungan karena tingkah manusia, luas dan kedalaman Ranu Pani alami penyusutan.

Saat sebelum mengawali pendakian, pendaki akan melalui Ranu Pani dan Ranu Regulo. Walau ada vila dan pondok pondokan, menginap dalam tenda di seputar Ranu Pani cukup menarik. Situasi alam yang tenang dan udara dingin akan temani sampai terlihat panorama kabut pagi hari bersatu dengan hijaunya permukaan telaga yang dikitari padang rumput.

  1. Ranu Regulo

Ranu Regulo adalah tempat wisata danau alami di dekat Ranu Rani dan memiliki jarak seputar 500 mtr. Panorama bukit-bukit melingkari danau jernih ini. Kecuali Ranu Pani, Ranu Regulo ialah lokasi yang pas untuk menginap tak perlu lelah mendaki ke Ranu Kumbolo. Tempat kosong yang berada di seputar danau dapat dipakai untuk camp.

Ada sebuah pelabuhan tanpa kapal di Ranu Regulo. Situasi tenang yang jauh dari keramaian, hijaunya panorama seputar dengan menempatinya burung-burung liar di pohon-pohon dengan background Gunung Semeru akan menambahkan daya magnet Ranu Regulo.

Ranu Regulo dapat dijangkau dari Gunung Bromo dengan seberangi pasir berbisik dan bukit teletubbies, selanjutnya naik ke arah Ranu Pani dan tinggal telusuri jalan paving ke arah Ranu Regulo yang dapat dilakukan dengan waktu seputar 15 menit.

  1. Ranu Kumbolo

Surganya Gunung Semeru. Itu panggilan Ranu Kumbolo di kelompok pendaki. Danau Ranu Kumbolo adalah tempat menginap favorite yang berada di bawah pos 4 pendakian Gunung Semeru dengan ketinggian 2.400 mdpl dan dapat dilakukan sepanjang 4 jam pendakian normal dari Ranu Pane.

Kecuali sediakan air melimpah untuk beberapa pendaki Gunung Semeru, Ranu Kumbolo ialah tempat favorite untuk nikmati sunrise.

Pendaki dapat nikmati panorama danau di atas “bukit cinta”, sebab makin tinggi, panorama terlihat makin cantik. Temperatur di Ranu Kumbolo dapat capai minus 0 derajat.

  1. Ranu Tompe

Ranu Tompe, sebuah danau di kaki Gunung Semeru selebar 0,7 hektar dengan kedalaman seputar 4,8 mtr., jadi danau eksotik dan terlindung sebab tidak pernah disentuh manusia. Suku Tengger di seputar posisi mengenalinya selaku Ranu Lus, Lus singkatan dari kata lembut. Menurut keyakinan Suku Tengger, Ranu Lus jadi rumah makhluk lembut.

“Senang, capek dan bergidik sesudah mendapati Ranu Tompe,” kata peserta ekspedisi eksplorasi ekologi Ranu Tompe, Andi Iskandar, Rabu, 27 November 2013. Perjalanan panjang ke arah teritori yang masuk zone pokok Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Danau itu pernah dikisahkan masyarakat di tempat pada 1980-an.

Kabut cepat menyelimutinya semua permukaan danau dengan temperatur di antara 10-15 derajat celcius. Sejauh ini, Ranu Tompe cuman terlihat lewat pencitraan satelit.  Medan berat, tebing dan terjal jadi rintangan sepanjang ekspedisi.

Ranu Tompe tidak cuman diselimuti mistis, tetapi kaya flora dan fauna. Diketemukan sekitar delapan tipe mamalia dan primata tempati teritori Ranu Tompe. Dan diketemukan sekitar 55 tipe burung dari 55 kerabat. Lantas ada lima tipe burung epidemik Jawa mencakup Elang Jawa, puyuh gonggong, talur tulang pijakk, kipasan bukit dan madu gunung.

Team mengenali sekitar 133 tipe tumbuhan, dan 47 tipe anggrek epifit. Dan tanaman pinang jawa (Pinanga Javana), yaitu tipe palem epidemik Jawa Bali yang tidak banyak diketemukan di teritori BBTN BTS. “Ranu Tompe tertutup untuk rekreasi, ijin khusus cuman untuk riset,” kata Kepala BBTN BTS, Ayu Dewi Utari.

  1. Ranu Darungan

Pada Ranu Darungan atau warga di tempat kerap mengatakan Linggo Rekisi. Sesuai namanya dikitari oleh beberapa pohon Rekisi! Ada pada ketinggian 830 mtr. dari permukaan laut, danau selebar 0,25 hektar itu nyaris selalu alami kekeringan pada musim kemarau. Tetapi, sesungguhnya, lewat cara natural musim kemarau tidak begitu punya pengaruh pada keadaan fisik danau.

Ranu Darungan dikitari oleh Pohon Rekisi. Walau airnya nampak cukup mempersejuk, tetapi tidak dibolehkan berenang didalamnya. Beberapa tanaman air nampak mengambang di danau, yang entahlah bagaimana terlihat cantik. Tujuan selanjutnya ialah sebuah pondok kuno yang berada dibagian danau. Kenyataannya ialah jika pondok itu punya orang Belanda yang mengurus situs itu selaku konservasi alam anggrek. Argumennya, situs itu ialah rumah anggrek liar sangat jarang dan diproteksi dari kemusnahan dan perampokan.

Ranu Darungan termasuk aman yang mempunyai peranan sama dengan danau lain di Lumajang. Ini bermakna pas untuk camping dan aktivitas hebat yang lain disitu. Nuansa itu menentramkan sekalian melawan. Tujuan selanjutnya yang membuatnya lokasi yang prima untuk kemping ialah kedatangan hewan eksotis seperti elang, monyet, serangga, dan lain-lain. Mereka kerap membuat suara yang cukup nyaman untuk didengar. Untuk kemping, suara alam tentu menentramkan untuk didengar. Apa lagi situasi jadi lebih nyaman pada malam hari! Tidak ada yang dapat mengusik rutinitas kemping wisatawan di situ.

Danau ini jadi tempat penting untuk warga di tempat (Suku Tengger). Mereka manfaatkan danau, khususnya selaku kekuatan rekreasi. Satu perihal yang penting dipahami pelancong, Ranu Darungan kerap alami kekeringan dan tinggalkan kubangan kecil di tengah-tengahnya. Walau keadaannya jelek, peristiwa itu menarik semakin banyak pelancong sebab keunikannya. Pengunjung pengin menyaksikannya dengan mata kepala sendiri dan memfoto kubangan air itu dengan memakai camera mereka. Dalam masalah ini, waktu terhebat untuk bertandang ke danau tentunya sepanjang musim kemarau.

  1. Ranu Kuning

Ranu Kuning ada pada ketinggian 1.490 mdpl dengan luas 802 m2(2009) dan berkurang jadi 460 m2 di akhir 2019. Danau ini ada dalam suatu cengkungan di wilayah saluran air atau lahar dari pucuk Semeru. Jadi seperti danau angin-anginan, waktu musim penghujan akan makin luas.

Ranu Kuning dijumpai melalui satelit dan narasi masyarakat seputar walau sedikit masyarakat seputar yang pernah ke Ranu Kuning. Menurut narasi masyarakat, Ranu Kuning ialah danau yang tercipta sebab air hujan.

Dari 6 danau di Gunung Semeru, cuman Ranu Kuning dan Ranu Tompe yang kehadirannya pernah diselinapkan awalnya. Disamping itu, ke-4 ranu itu tidak dapat didatangi asal-asalan orang sebab harus mempunyai simaksi khusus dengan arah yang pasti.