Bukit Jokowi Termasuk Bukit Terindah di Indonesia Bagian Timur lho!

Bicarakan rekreasi alam Indonesia memang tidak bakal ada habisnya salah satunya adalah bukit Jokowi yang termasuk kedalam bukit terindah di Indonesia.

Kamu dapat mendapati bermacam tujuan alam memikat, dimulai dari pantai, pegunungan, padang rumput, lembah, sampai bukit-bukit yang menarik.

Bukit Jokowi Termasuk Bukit Terindah

Situasi bukit-bukit dengan bentangan rumputnya yang hijau berasa mempersejuk. Salah satunya posisi dengan rekreasi Bukit Jokowi Termasuk Terindah yang menarik berada di Indonesia tengah dan Timur.

Baca Juga: Bukan Hanya Tokyo, Yokohama Tidak Kalah Menarik

Wisata Bukit Dengan Keindahan Yang Eksotis

Nah, jika kamu senang sekali berlibur di atas ketinggian, berikut sejumlah referensi rekreasi bukit di Indonesia tengah dan Timur dengan panorama mengagumkan seperti Bukit Jokowi Termasuk Terindah. Bisa saja ide berliburmu seterusnya, nih!

  • Keindahan Bukit Wairinding, Nusa Tenggara Timur, benar-benar terkenal di kelompok wisatawan. Warna bukit ini mengikut musim, hijau di musim penghujan dan kuning kecokelatan waktu kemara

Bukit Wairinding, mendapatkan publisitas yang luas waktu jadi salah satunya posisi shooting film Pendekar Tongkat Emas yang disutradarai oleh Mira Lesmana. Tempat ini mempunyai lanscape bukit-bukit yang paling cantik. Berkunjung tanah Sumba Timur ini, akan berasa mendapati sekeping surga yang terbentang antara bukit-bukit.

Bentangan padang savana yang terbentang luas itu akan warna kuning waktu musim kemarau dan kebalikannya warna hijau pada musim hujan.

Berkunjung Bukit Wairinding di ke-2 musim itu tentunya akan memberi kesan-kesan yang lain. Bila pengunjung tiba pada musim kemarau, yaitu di antara Bulan Juli sampai Bulan Oktober karena itu situasi alam di situ akan berasa seperti ada di Afrika, komplet dengan padang savananya yang eksotik.

Bila pengunjung tiba di musim hujan, situasi seperti di bukit-bukit New Zealand akan didapat setelah tiba di bukit ini. Bukit Wairinding adalah lokasi yang pas untuk beberapa pengunjung yang pengin nikmati keheningan, kesunyian dan keelokan yang benar-benar alami.

Kecuali lanscape perbukitannya yang eksotis, keelokan bukit ini juga berasa komplet adanya beberapa kumpulan beberapa anak lokal di Wairinding yang nyaris sehari-harinya nampak bermain di seputar tempat bukit-bukit. Bukit Wairinding berada di Dusun Pambota Jara, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur. Ada pada ketinggian 100-200 mtr. di permukaan laut.

  • Bukit Ifar, Papua, tawarkan lanscape Danau Sentani yang mengagumkan. Disamping itu, bukit ini menjadi saksi bisu waktu Perang Dunia II, lho!

Puncak Ifar sendiri dikatakan sebagai salah satunya saksi biksu kecamuk Perang Dunia II di Papua. Tempat itu jadi posisi dibuatnya tugu Mac Arthur. Itu adalah nama seorang jenderal bintang 5 Amerika Serikat yang mempunyai peranan besar perang itu. Tugu Mac Arthur ialah tanda jika tentara sekutu sukses capai Papua.

Lokasi yang posisi basis TNI, Rindam XVII Cendrawasih itu. maka janganlah bingung bila menyaksikan banyak tentara yang lewat.

Daya tarik Puncak Ifar bukan itu sebatas riwayat. Dari tempat itu, pengunjung dapat nikmati pemandangan Danau Sentani dan bentangan lembah besarnya dari ketinggian.

Dari puncak bukit itu, Lapangan terbang Sentani nampak terang. Bila mujur, pengunjung dapat melihat langsung bagaiman pesawat kecil lewat di atas danau dan perlahan-lahan sentuh dasar. Atau demikian sebaliknya, bila pesawat lakukan take off. Posisi ini jadi surga untuk beberapa photografer yang hoby memburu lansekap yang cantik-ndah.

  • Bukit Sontiri, Papua Barat

bukit Sontiri di Area Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat,

Untuk ke arah tempat eksotis ini, kamu harus lakukan perjalanan dari Kota Manokwari, dengan waktu pintas seputar 3 jam. Sepanjang perjalanan, kamu akan disongsong dengan situasi alam yang eksotis, dengan medan yang cukup melawan.

Sesampai di Bukit Sontiri, kamu akan disongsong dengan panorama hijau yang menganakemaskan mata. Disini, nampak barisan pegunungan Kebar semakin nampak mengagumkan dengan sisi puncaknya yang dilapis awan putih. Kisah prima alam cantik dari negeri dongeng! Tidak perlu takut, sebagian besar laba-laba di sini adalah tipe laba-laba tidak beresiko kok!

Jika hanya satu atau dua sich biasa, di bukit ini jumlah sarang laba-labanya capai beberapa ribu, sama ukuran jala yang condong seragam, terpahat cantik antara rumput-rumputan hijau. Pas sekali untuk kamu yang hoby dengan photografi alam liar.

Situasi makin nampak menarik waktu jala laba-laba yang ditumpangi embun, terkena cahaya matahari pagi, hingga jala laba-laba itu seakan berkilau. Panorama cantik ini pasti membuat kamu kagum dan malas pulang.

Buat yang pengin nikmati sunset dan sunrise di Bukit Sontiri, tidak boleh cemas sebab kamu dapat mengadakan tenda, dan kemping di sini. Bagaimana, menarik kan?

Nah untuk permasalahan ongkos, kamu perlu sediakan biaya dan kepentingan individu saja. Masalahnya sampai sekarang ini pemerintahan Kabupaten Tambrauw belum juga menetapkan harga ticket untuk bermain di Bukit Sontiri. Bagaimana, lebih tidak sabar kan?

  • Lekukan Bukit Tenau di Nusa Tenggara Timur akan menghipnotismu. Bukit hijau ini seperti terlihat terbelah dua, membuat mata malas berkedip, dech!

Sepanjang mata melihat, kita cuman akan menyaksikan barisan bukit-bukit yang demikian cantik dan menentramkan. Tidak perlu pikirkan bagaimanakah cara asyik habiskan waktu di sini, sebab dengan duduk rileks saja kita bisa rasakan begitu cantiknya bukit ini.

Sayang untuk ke arah tujuan rekreasi ini tidak ada panduan jalan yang pasti. Jadi yakinkan untuk kerap menanyakan ke masyarakat lokal supaya tidak salah jalan.

Selaku dasar, dari Kota Waingapu pelancong dapat mengemudi ke arah Jembatan Kambaniru. Sesudah melalui jembatan itu pelancong akan menjumpai sebuah persimpangan.

Bila ambil arah lempeng, karena itu pelancong akan sampai di lapangan terbang. Sedang untuk ke arah Bukit Tenau harus ambil arah ke kanan. Disini pelancong akan menjumpai dua persimpangan kembali. Pada persimpangan pertama Anda harus membelok ke kiri, dan pada persimpangan ke-2 ambil lajur yang membelok ke kanan.

Tidak jauh dari persimpangan paling akhir pelancong akan disongsong dengan hijaunya bentangan bukit-bukit yang benar-benar elok.

Sekarang ini memang tidak ada transportasi umum yang dapat bawa pelancong dari Kota Waingapu ke Bukit Tenau. Karena itu, pelancong dapat sewa ojek atau sewa kendaraan, baik itu motor maupun mobil. Biaya sepeda motor setiap harinya sekitar di antara Rp100.000.

  • Bukit Jokowi dahulunya banyak rumput-rumputan liar dan ilalang. Tetapi, sekarang menjadi rekreasi favorit Papua yang menyajikan pemandangan danau yang cantik

Ada tidak jauh dari jantung Kota Jayapura, Papua, ada sebuah bukit gersang yang banyak rumput liar dan ilalang. Tetapi, sejak kehadiran Presiden Joko Widodo pada 2016 lalu, bukit itu berbeda bahkan juga jadi tujuan rekreasi.

Bukit Jokowi, demikian lah nama bukit yang berada di Skiland, Area Jayapura Selatan. Dari ketinggian, pelancong disuguhi lanscape Teluk Youtefa, bukit-bukit Skyline dan bentangan pemandangan alam Rimba Mendug, dan Kampung Enggros dan Tobati.

Pohon-pohon hijau yang beri kesegaran mata itu bersatu dengan merahnya jembatan Holtekamp sejauh 733 mtr. yang menyambungkan Kota Jayapura dan tepian Papua dan Papua Nugini.

Tidak itu saja, Bukit Jokowi langsung juga menghadap Samudera Pasifik dan menunjukkan batas jalan layang sejauh 3,5 km dari Pantai Hamadi sampai ke Vihara di Skyland.

Kecuali menyajikan panorama bagus, Bukit Jokowi tawarkan bermacam spot photo yang memikat dan modern. Pelancong yang tiba dapat memakainya untuk berpose dengan latar panorama Teluk Youtefe yang elok plus memakai atribut yang disiapkan.

Sesudah senang berpose, janganlah lupa isi perut di warung yang berupa rumah Honai dan penginapan. Pada harga berteman, pemilik warung sediakan bermacam minuman dan makanan seperti; kelapa muda, mie rebus, kopi, sampai teh panas.

Tidak itu saja, menurut pengurus Bukit Jokowi, Erik J. Korwa, keamanan di Bukit Jokowi juga terjaga sebab mengikutsertakan pemuda dan masyarakat posisi. Tempat rekreasi ini larang pengunjung untuk bawa dan mengkosumsi minuman keras dan obat terlarang.

Menyaksikan segudang hidangan yang dijajakan, lumrah saja jika Bukit Jokowi selalu ramai didatangi wisatawan ditambah diakhir minggu. Serunya kembali, Bukit Jokowi tidak menetapkan ongkos masuk gratis atau cuma-cuma. Pelancong perlu bayar ongkos parkirkan kendaraan roda empat sejumlah Rp 5 ribu dan Rp 2 ribu untuk kendaraan roda dua.

Untuk capai Bukit Jokowi, pelancong harus tempuh perjalanan darat sepanjang 30 menit dari Kota Jayapura. Sedang jika wisatawan pergi dari Abepura perlu waktu 15 menit saja.